Tentang Hal Sederhana

“Hal Sederhana”… rangkaian kata yang dalam benak kita mungkin akan langsung terlintas tentang sesuatu yang simpel, sedikit, lugas, ngga’ njlimet, mudah dimengerti, cemen, gampang, apa adanya, ngga’ mewah, dan lain-lain yang ngga’ ribet-ribet poko’nya. Dalam keseharian mungkin kita sering mengabaikan hal-hal yang sifatnya sederhana, yang terjadi mungkin karena terlalu banyaknya elemen lingkungan sekitar yang mempengaruhi fikiran dan mengintervensi tindakan. Kita jadi banyak pertimbangan, karena terlalu banyak informasi dan opini yang diserap sehingga semua terlihat menjadi begitu kompleks dan butuh pengkajian serta penyelesaian yang juga terlihat rumit. Padahal dari hal sederhana tidak melulu menghasilkan sesuatu yang sederhana pula.

Contoh mengenai hal sederhana yang mungkin luput dari pemikiran kita ialah ketika di satu program acara kuliah shubuh di antv, Ustadz Yusuf Mansur mengemukakan hal sederhana yang bisa berefek sangat besar. Beliau mengatakan, “Kita bisa memiliki maskapai penerbangan hanya dari balita perempuan…”. Gimana caranya? “Ada berapa juta balita perempuan di Indonesia… Kumpulin anting yg dipakai balita-balita itu… yang 2 gram… yang 3 gram. Ngumpul deh modal buat beli maskapai penerbangan, kita kelola dan keuntungannya kita bagikan ke balita-balita tadi”. Simpel kan?

Sesungguhnya ‘hal sederhana’ itu bukan berarti sesuatu tanpa makna…

Bisnis sederhana (yang berefek tidak sederhana) yang diluncurkan Ustadz Yusuf Mansur >>Klik Disini<<

Advertisements

Berjamaah

Berjamaah… satu kata yang acap kali digunakan pada satu kegiatan ibadah bagi kaum muslimin/muslimat, yang dilakukan secara bersama-sama dalam satu niat, arah, tujuan kepada yang Maha Satu. Berjamaah merupakan istilah yang berkaitan akan sesuatu yang dilakukan secara bersama-sama untuk hal-hal yang baik dan memberikan kebaikan bagi orang banyak. Yang kurang mengenakan ketika istilah ‘berjamaah’ ini dilekatkan dengan suatu perbuatan yang kurang atau bahkan tidak baik sama sekali, yaitu ‘korupsi’ secara ‘berjamaah’… hush… Alangkah sangat tidak arifnya jika ‘berjamaah’ dikaitkan hal-hal yang bertentangan dengan moral dan agama sekelas ‘korupsi’.

Lain halnya dengan Ustadz Yusuf Mansur, istilah ‘berjamaah’ ini beliau kembalikan kepada nilai-nilai luhur bangsa kita yang kalau dulu kita pernah dengar “Satu batang lidi akan sangat mudah dipatahkan, tapi ketika banyak batang lidi diikat menjadi satu akan memiliki suatu kekuatan yang tidak mudah dipatahkan”. Dari nilai-nilai luhur ‘berjamaah’ ini, Ustadz Yusuf Mansur mengimplementasikannya pada setiap konsep bisnis yang beliau gagas. Bayangkan jika kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang besar mau mengimplementasikan nilai-nilai luhur ‘berjamaah’… pasti Indonesia akan melesat dengan pesat secepat kilat!!!

Salah satu konsep bisnis yang digagas oleh Ustadz Yusuf Mansur klik di sini!

Bangun Tidur

“Alhamdulillah…”ngga’ ada kata lain yang memang harus terus diucapkan setiap saat kecuali bersyukur, begitu yang sering terdengar dari ceramah para da’i termasuk kata Ustadz Yusuf Mansur. “Semakin banyak kita bersyukur atas apapun yang kita terima saat ini, semakin lebih banyak lagi yang akan kita terima kedepannya”.

Wah… Udah lama ngga’ posting di sini, kurang lebih 4 tahun lamanya ketiduran. Sekarang udah mulai bangun lagi setelah melewati krisis kepercayaan diri, jatuh bangun, dis-orientasi dan kebingungan. Walaupun perlahan, keadaan berangsur pulih dan membaik tentunya… Alhamdulillah…