Maafin Pa’…

Kita akan benar-benar baru merasa kehilangan ketika seseorang itu telah benar-benar lenyap dari pandangan dan hidup kita. Kemana aja kita selama ini? Ngapain aja kita selama ini? Kurangnya jalinan yang berkualitas menghadapkan kita pada posisi seperti ini. Kita terlalu asik dengan kesibukan dan kegiatan kita sendiri sementara ada seseorang yang setengah terlupakan yang sepatutnya mendapat perhatian lebih dari sekedar sapaan seadanya. Menyesal… pasti, karena telah membuang-buang waktu dan kesempatan yang telah berjalan sekian lama… lama sekali. Membuang waktu berbagi, bercerita dan bergelak tawa.

Baru terasa adanya kekurang-keseimbangan, kesempatan yang hilang untuk berbuat sesuatu… untuk membahagiakan.

Cuma bisa mengulang kata-kata maaf beriring tetes air mata yang tak sanggup ditahan disaat-saat akhir nafas dikandung badan.

Maafin Pa’… banyak salah…
Maafin Pa’… belum bisa membahagiakan…
Maafin Pa’… Maafin…….

Semoga Allah Ampuni Dosa-Dosanya… Terima Amal Perbuatannya… Dilapangkan Alam Kuburnya… Dimudahkan Hisabnya… Dan Ditempatkan Ditempat Yang Baik Disisi-Nya… Amiiin Yaa Robbal Alamiin.

Untuk Figur Seorang Ayah yang luar biasa :
H.M. Nosin Sanusi (13 Jun 1929 ~ 10 Jan 2014)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: