Demam PNS

Semua bergegas dan semua heboh ketika muncul pengumuman tentang akan diadakannya seleksi pengadaan calon pegawai negeri sipil daerah 2008. Para calon peserta seleksi mempersiapkan segala ‘tetek bengek’ yang sifatnya administratif walau harus dengan berpayah-payah. Banyak juga yang berani bayar jutaan bahkan sampai puluhan juta rupiah untuk sekedar bisa diterima sebagai pegawai negeri, karena nantinya mereka yakin akan dengan mudah ‘balik modal’. Para orang tua pun menyarankan dan ada yang memaksa supaya anak-anak mereka ikut dalam seleksi pegawai negeri walaupun hasilnya nanti belum tentu diterima. “Coba ajalah, dulu. Siapa tau keterima!”

“Jadi pegawai negeri itu enak dapet pensiun… kerjanya santai. Ngga’ stress. Berangkat siang dan pulang masih siang. Bisa cari ‘obyekan’!”
Itulah gambarannya seperti yang didoktrinkan orang-orang tua kita kepada anak cucunya dan sepertinya ga’ ada alasan demi melayani masyarakat atau yang seperti itulah… mimpi kaleee! Entah mengapa doktrin kontra produktif yang cenderung berbau ‘kemalasan’ seperti ini yang menjadi alasan kuat dan masih melekat, atau malah memang sudah menjadi trade mark pegawai negeri di negara ini? Bukan sekedar sinisme… tapi kenyataan yang terlihat disekeliling seperti itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: