Maafin Pa’…

Kita akan benar-benar baru merasa kehilangan ketika seseorang itu telah benar-benar lenyap dari pandangan dan hidup kita. Kemana aja kita selama ini? Ngapain aja kita selama ini? Kurangnya jalinan yang berkualitas menghadapkan kita pada posisi seperti ini. Kita terlalu asik dengan kesibukan dan kegiatan kita sendiri sementara ada seseorang yang setengah terlupakan yang sepatutnya mendapat perhatian lebih dari sekedar sapaan seadanya. Menyesal… pasti, karena telah membuang-buang waktu dan kesempatan yang telah berjalan sekian lama… lama sekali. Membuang waktu berbagi, bercerita dan bergelak tawa.

Baru terasa adanya kekurang-keseimbangan, kesempatan yang hilang untuk berbuat sesuatu… untuk membahagiakan.

Cuma bisa mengulang kata-kata maaf beriring tetes air mata yang tak sanggup ditahan disaat-saat akhir nafas dikandung badan.

Maafin Pa’… banyak salah…
Maafin Pa’… belum bisa membahagiakan…
Maafin Pa’… Maafin…….

Semoga Allah Ampuni Dosa-Dosanya… Terima Amal Perbuatannya… Dilapangkan Alam Kuburnya… Dimudahkan Hisabnya… Dan Ditempatkan Ditempat Yang Baik Disisi-Nya… Amiiin Yaa Robbal Alamiin.

Untuk Figur Seorang Ayah yang luar biasa :
H.M. Nosin Sanusi (13 Jun 1929 ~ 10 Jan 2014)

Tentang Hal Sederhana

“Hal Sederhana”… rangkaian kata yang dalam benak kita mungkin akan langsung terlintas tentang sesuatu yang simpel, sedikit, lugas, ngga’ njlimet, mudah dimengerti, cemen, gampang, apa adanya, ngga’ mewah, dan lain-lain yang ngga’ ribet-ribet poko’nya. Dalam keseharian mungkin kita sering mengabaikan hal-hal yang sifatnya sederhana, yang terjadi mungkin karena terlalu banyaknya elemen lingkungan sekitar yang mempengaruhi fikiran dan mengintervensi tindakan. Kita jadi banyak pertimbangan, karena terlalu banyak informasi dan opini yang diserap sehingga semua terlihat menjadi begitu kompleks dan butuh pengkajian serta penyelesaian yang juga terlihat rumit. Padahal dari hal sederhana tidak melulu menghasilkan sesuatu yang sederhana pula.

Contoh mengenai hal sederhana yang mungkin luput dari pemikiran kita ialah ketika di satu program acara kuliah shubuh di antv, Ustadz Yusuf Mansur mengemukakan hal sederhana yang bisa berefek sangat besar. Beliau mengatakan, “Kita bisa memiliki maskapai penerbangan hanya dari balita perempuan…”. Gimana caranya? “Ada berapa juta balita perempuan di Indonesia… Kumpulin anting yg dipakai balita-balita itu… yang 2 gram… yang 3 gram. Ngumpul deh modal buat beli maskapai penerbangan, kita kelola dan keuntungannya kita bagikan ke balita-balita tadi”. Simpel kan?

Sesungguhnya ‘hal sederhana’ itu bukan berarti sesuatu tanpa makna…

Bisnis sederhana (yang berefek tidak sederhana) yang diluncurkan Ustadz Yusuf Mansur >>Klik Disini<<

Episode Tahun Baru

Tahun 2013 baru aja lewat beberapa hari yang lalu dan sekarang udah masuk tahun 2014. Semaleman kemeriahan di akhir tahun 2013 dengan keragaman acara dari yang sekedar niup trompet dan masang petasan kembang api hingga pesta hura-hura yang ga jelas arahnya, semaleman lepas dari rutinitas yang mungkin membosankan bagi sebagian orang. Setelah semuanya itu sekarang mulai bergulat dengan rutinitas yang mungkin itu-itu lagi. Ada yang nyari peluang baru atau bisnis baru lagi, ada yang kerja lagi, ada yang ,nyolong lagi, ada yang nyari kerja lagi, ada lagi… dan ada lagi…

Ngga sedikit orang yang juga memanfaatkan momen tahun yang baru ini untuk semakin meningkatkan kualitas mental spiritual, tahun yang baru harus menjadi orang yang lebih baik, tahun baru harus menjadi orang yang selalu positif, tahun baru harus menjadi semakin beriman. Semua pilihan hidup mutlak berada dalam kendali kita kendati penentu akhir tetap mutlak ditangan Sang Maha Kuasa. Kita lakukan apa yang bisa kita lakukan selagi nafas masih dikandung badan, kita iringi semua perjalanan dengan doa dan gantungkan semua harapan kepada Sang Maha Pencipta.

Episode tahun 2013 sudah berakhir tapi episode tahun baru 2014 baru memasuki babak awal. Go ahead!!!

Untuk yang nyari bisnis baru di tahun 2014 >>Klik Disini<<

Berjamaah

Berjamaah… satu kata yang acap kali digunakan pada satu kegiatan ibadah bagi kaum muslimin/muslimat, yang dilakukan secara bersama-sama dalam satu niat, arah, tujuan kepada yang Maha Satu. Berjamaah merupakan istilah yang berkaitan akan sesuatu yang dilakukan secara bersama-sama untuk hal-hal yang baik dan memberikan kebaikan bagi orang banyak. Yang kurang mengenakan ketika istilah ‘berjamaah’ ini dilekatkan dengan suatu perbuatan yang kurang atau bahkan tidak baik sama sekali, yaitu ‘korupsi’ secara ‘berjamaah’… hush… Alangkah sangat tidak arifnya jika ‘berjamaah’ dikaitkan hal-hal yang bertentangan dengan moral dan agama sekelas ‘korupsi’.

Lain halnya dengan Ustadz Yusuf Mansur, istilah ‘berjamaah’ ini beliau kembalikan kepada nilai-nilai luhur bangsa kita yang kalau dulu kita pernah dengar “Satu batang lidi akan sangat mudah dipatahkan, tapi ketika banyak batang lidi diikat menjadi satu akan memiliki suatu kekuatan yang tidak mudah dipatahkan”. Dari nilai-nilai luhur ‘berjamaah’ ini, Ustadz Yusuf Mansur mengimplementasikannya pada setiap konsep bisnis yang beliau gagas. Bayangkan jika kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang besar mau mengimplementasikan nilai-nilai luhur ‘berjamaah’… pasti Indonesia akan melesat dengan pesat secepat kilat!!!

Salah satu konsep bisnis yang digagas oleh Ustadz Yusuf Mansur klik di sini!

Bangun Tidur

“Alhamdulillah…”ngga’ ada kata lain yang memang harus terus diucapkan setiap saat kecuali bersyukur, begitu yang sering terdengar dari ceramah para da’i termasuk kata Ustadz Yusuf Mansur. “Semakin banyak kita bersyukur atas apapun yang kita terima saat ini, semakin lebih banyak lagi yang akan kita terima kedepannya”.

Wah… Udah lama ngga’ posting di sini, kurang lebih 4 tahun lamanya ketiduran. Sekarang udah mulai bangun lagi setelah melewati krisis kepercayaan diri, jatuh bangun, dis-orientasi dan kebingungan. Walaupun perlahan, keadaan berangsur pulih dan membaik tentunya… Alhamdulillah…

Pesta Rakyat Atau Pesta Wakil Rakyat?

Pesta yang katanya ‘pesta rakyat’ itu baru selesai beberapa hari yang lalu dan rakyat pun sudah memilih ‘para wakilnya’ (dengan segala kebingungan karena bergitu banyak orang merasa pantas untuk mewakili suara rakyat) untuk memperjuangkan semua keluh kesah penderitaan yang dirasakan rakyat yang kemungkinan besar ngga’ pernah dirasakan oleh kebanyakan wakil rakyat.

Gegap gempita pesta ini dapat dilihat dari jor-joran pembuatan perangkat sosialisasi pada saat musim kampanye. Biayanya ga’ kecil dan kalo diakumulasikan bisa mencapai triliunan rupiah (kata pengamat ekonomi politik di TV) secara nasional… ck… ck… ck… Bisa dibayangkan kalo uang-uang itu digunakan untuk membuat usaha kecil dan pembinaan pengelolaannya bagi rakyat supaya rakyat miskin bisa meningkatkan status ekonominya ke level yang lebih baik yang ‘mungkin’ bisa menghilangkan atau setidaknya mengurangi keluh kesah yang diderita rakyat kecil selama ini.

Pesta wakil rakyat baru selesai dan rakyat pun sudah tau itu. Kini tinggal menunggu realisasi janji yang digembar-gemborkan dengan penuh semangat saat kampanye tempo hari. Dan rakyat cuma bisa menunggu…

Undangan Silaturahmi, Katanya…

Kemarin sore ada undangan dikirim ke rumah, headline surat bertuliskan “Undangan Silaturahmi”. Bukan berburuk sangka, tapi cuma mencoba membaca situasi yang memang sudah terungkap dari awal Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 274 other followers