Sangat disayangkan bila kepercayaan kita pada sosok seorang calon pemimpin yang harusnya menjadi panutan bagi banyak orang ternyata berbuah pahit bahkan sebelum menjadi wakil rakyat terpilih yang duduk di legislatif. Lebib-lebih bendera partai yang diusungnya membawa nama besar agama… Uhh… apa yang terjadi sebenarnya dengan dunia ini?!
Awalnya seorang yang kemungkinan merupakan tim sukses sang Caleg datang dan berbicara dengan penuh uraian kata-kata manis dari mulutnya dan selalu berbicara membanggakan sang Caleg dengan segala kehebatannya (agamis tingkat tinggi, gelar pendidikan yang panjang, harta dimana-mana, mao bikin SPBU dll.) untuk bertransaksi dalam pembuatan atribut partainya, dan seperti customer lainnya, sang kurcaci Caleg ini meminta pesanannya dibuat dengan waktu cepat dan tepat waktu dan akan segera dibayar begitu barang selesai dan dikirim ke tujuan, cash on delivery-lah.
Tapi kenyataannya… preet… pengiriman barang pesanan terakhir tepat sehari setelah Idul Adha 1429H yang lalu dan hingga hari ini yang berarti sudah 1 bulan lebih masih belum dibayarkan dan dijanjikan di tanggal 17 Jan 2009, setelah 4 kali dijanjikan… ha… ha…
Kita lihat nanti apakah Caleg dan para kurcacinya itu menepati janjinya. Dan dari sini udah ada pelajaran nyata di depan mata, bahwa para calon pemimpin kita yang nota bene meskipun berasal dari dan mengusung partai yang berlandaskan dan berazaskan agama belum tentu bisa dipercaya. Dan satu lagi bahwa politik harus dipisahkan dengan agama karena bila dalam perjalanannya salah arah akan berimbas pada banyak hal.
Filed under: Go'blog'






Sing sabar yah, Mas… kadang mereka (Baca: Politisi) itu memang susah dipegang janjinya.. tidak heran beberapa kawan baik saya di duniausaha, ‘engan’ berurusan dengan mereka akibat dari pernah terjerat janji palsu mereka entah perihal urusan apa dan kapan pastinya…
Semoga saja Gusti Alloh menggantikan “tagihan macet” ini dengan rejeki pengganti yang barokah. Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat~!
PS: Politisi di negeri si bau kelek ini juga setali tiga uang, kok!